Tampilkan postingan dengan label Kajian Teori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Teori. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2018

Karakteristik Anak kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar Umur 6-8 Tahun


Karakteristik anak  kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar pada dasarnya adalah masa bermain. Dalam pendidikan jasmani perlu mengerti kesenangan anak itu sendiri. Pada anak-anak umur ini perkembangan otot-otot dan kemampuan koordinasi meningkat. Untuk mengetahui jenis kegiatan ataupun permainan yang disenangi, dapat dilihat alat-alat permainan apa saja yang dipegang ataupun diperhatikan.
Karakteristik Fisik
  1. Waktu reaksi lambat; koordinasi jelek. Memerlukan berbagai kegiatan yang menggunakan otot-otot besar. Gemar berkelahi, kejar-mengejar, buru-memburu dan memanjat.
  2. Aktif, semangat dan mearuh perhatian terhadap suara-suara atau bunyi-bunyian yang teratur.
  3. Tulang-tulang msih lemah dan mudah berubah bentuk.
  4. Jantung mudah terganggu.
  5. Perkembangan perasaan menentukan sesuatu dan persepsinya.
  6. Koordinasi mata dan tangan berkembang. Masih belum dapat menggunakan kelompok otot-otot kecil.
  7. Kesehatan umum tidak stabil, mudah sakit dan daya tahan kurang.
  8. Mulai terjadi pergantian gigi susu.
  9. Selalu bergerak lari, memanjat, duduk, istirahat sebentar, lari lagi dan sebagainya.

Karakteristik Kecerdasan
  1. Kemampuan pemusatan perhatian terbatas.
  2. Kesenangan dan keinginan menemukan masalah-masalah. Keinginan memiliki.
  3. Berkembangnya kemampuan organ-organ percakapan/bicara.
  4. Kegemaran mengulang-ulang macam-macam kegiatan.
  5. Kemampuan berpikir terbatas.
  6. Selalu tertarik hampir dalam setiap hal.
  7. Hasrat/keinginan berkreasi, khayalan tinggi.

Karakteristik sosial dan Emosional
  1. Hasrat besar terhadap hal-hal yang bersifat drama, khayalan dan meniru.
  2. Suka bertengkar, buru-memburu dan memanjat.
  3. Adanya perasaan benar akan hal-hal yang disetujui dan yang memuaskan dirinya.
  4. Gemar akan alam dan cerita-cerita.
  5. Dalam bermain, kebanyakan anak-anak ingin turut serta sebanyak mungkin. Dalam bermain lebih baik dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  6. Tidak suka sering atau banyak dikritik.
  7. Tidak suka memberi maaf.
  8. Senang menjadi pusat perhatian.
  9. Mempunyai sifat berani, individualistis, ingin bebas, ingin semaunya sendiri.
  10. Teman akrabnya bersifat sebentar dan selalu berganti dari saat kesaat.

Demikian artikel tentang Karakteristik Anak kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar Umur 6-8 Tahun, jangan lupa share jika bermanfaat. 


Jumat, 31 Maret 2017

Tahap Perkembangan Anak Sekolah Dasar

Tahap perkembangan Anak Sekolah Dasar  - Seorang guru pendidikan jasmani perlu mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak didiknya. Pertumbuhan dan perkembangan itu merupakan hal yang berkesinambungan, namun untuk lebih mudah memahami biasanya digambarkan pertumbuhan itu dalam tahap-tahap.
ANAK SEKOLAH DASAR
TAHAP 1
Anak kelas I dan II, kira-kira berumunr antara 6 – 8 tahun, mempunyai karakteristik: (Anarino:1980, dan Cowell: 1955).
Jasmani:
1.   Waktu reaksi lambat, koordinasi jelek, membutuhkan banyak variasi otot besar, senang kejar – mengejar, memanjat, berkelahi dan berburu.
2.   Aktif, energik, dan senang pada suara berirama.
3.   Tulang lembek dan mudah berubah bentuk.
4.   Jantung mudah dalam keadaan yang membahayakan.
5.   Rasa untuk mempertimbangkan dan pemahaman berkembang.
6.   Koordinasi mata dan tangan berkembang, masih tetap belum dapat menggunakan otot-otot halus dengan baik.
7.   Kesehatan umum tidak menentu, mudah terpengaruh terhadap penyakit, dan daya perlawanannya rendah.
Psikologi atau mental:
1.   Bentuk perhatian singkat
2.   Rasa ingin tahu besar, ingin menemukan dan mengetahui semua yang dilihat dan menanyakan sesuatu secara alami
3.   Ada perkembangan kemampuan organ untuk bicara
4.   Peningkatan terhadap aktivitas yang disenangi
5.   Kemampuan menyampaikan pendapat terbatas
6.   Tertarik terhadap semuanya
7.   Menunjukkan keinginan berkreatif, dan khayal besar
Sosial:
1.   Dramatik, khayal, suka meniru dan rasa ingin tahu sangat kuat.
2.   Senang berkelahi, berburu dan memanjat
3.   Penyesuaian terhambat, senang yang alami, senang dimanjakan, senang pada dongeng atau cerita, suka diperhatikan kelompoknya, individualistik, berjiwa bebas, menyenangi hal yang membahayakan atau sensasi
Tingkat perkembangan motorik yang harus dicapai dalam tahap ini:
­   -  Keterampilan dalam mengerjakan mekanika tubuh yang baik dalam berbaring, duduk, berjalan dan berdiri
­    Mengembangkan keseimbangan tendo otot dan kekuatan otot untuk membentuk tubuh yang layak dan benar
­  -  Mengembangkan keterampilan dan relaksasi

TAHAP 2
Anak kelas III dan IV kira-kira berumur diantara 9-10 tahun, mempunyai karakteristik:
Jasmani:
1.   Perbaikan koordinasi dalam keterampilan gerak
2.   Daya tahan berkembang
3.   Pertumbuhan tetap
4.   Koordinasi mata dan tangan baik
5.   Sikap tubuh yang tidak baik mungkin diperlihatkan
6.   Perbedaan jenis kelamin tidak menimbulkan konsekuensi yang besar
7.   Secara fisiologik putri pada umumnya mencapai kematangan lebih dahulu daripada anak laki-laki
8.   Gigi tetap mulai tumbuh
9.   Perbedaan secara perorangan dapat dibedakan dengan nyata
10.      Kecelakaan cenderung memicu mobilitas
Psikologik atau mental:
1.   Kemampuan untuk mengeleuarkan pendapat makin berkembang sebab telah bertambah pengalamannya
2.   Sifat berkhayal masih ada dan menyukai suara berirama dan gerak
3.   Senang meniru yang sesuai dengan idamannya
4.   Perhatian terhadap permainan yang diorganisasi berkembang, tetapi anak-anak belum mencapai peratuan yang sebenarnya
5.   Sangat mengharapkan pujian dari orang dewasa
6.   Aktivitas yang menyenangkan bertambah
7.   Sangat menyenangi kegiatan kompetitif
Sosial:
1.   Mudah terangsang, tetapi mudah terluka karena kritik
2.   Suatu saat suka membual
Tingkat perkembangan motorik yang harus dicapai dalam tahap ini:
-      Belajar rileks bila merasa lelah
-      Belajar tentang masalah hambatan-hambatan gizi
-      Dapat menggunakan mekanika tubuh dengan baik
-      Mengatasi kekurangan sebaik mungkin
-      Berusaha untuk menguasai keterampilan sebaik mungkin
-      Memperbanyak kegiatan untuk meningkatkan jasmani dengan latihan dasar
-      Mengembangkan kekuatan otot, daya tahan otot dan kelentukan otot
TAHAP 3
Anak kelas V dan VI, kira-kira berumur 11 sampai 12 tahun, mempunyai karakteristik:
Jasmani:
1.   Pertumbuhan otot lengan dan tungkai makin bertambah
2.   Ada kesadaran mengenai badannya
3.   Anak laki-laki lebih menguasai permainan kasar
4.   Pertumbuhan tinggi dan berat tidak baik
5.   Kekuatan otot tidak menunjang pertumbuhan
6.   Waktu reaksi makin baik
7.   Perbedaan akibat jenis kelamin semakin nyata
8.   Koordinasi makin baik
9.   Tungkai mengalami masa pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan dengan anggota bagian atas
10. Badan lebih sehat dan kuat
11. Perlu diketahui bahwa ada perbedaan kekuatan otot dan keterampilan antara laki-laki dan perempuan
Psikis atau mental:
1.   Kesenangan pada permainan dengan bola semakin bertambah
2.   Menaruh perhatian pada permainan yang terorganisasi
3.   Sifat kepahlawanan kuat
4.   Belum mengetahui problem kesehatan masyarakat
5.   Perhatian kepada teman sekelompok makin kuat
6.   Perhatian kepada bentuk semakin bertambah
7.   Beberapa anak mudan menjadi putus asa dan berusaha bangkit bila tidak sukses
8.   Mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjadi dewasa
9.   Berusaha untuk mendapatkan guru yang dapat membenarkannya
10.    Mulai mengerti tentang waktu, dan menghendaki segala sesuatunya selesai pada waktunya
11.    Kemampuan membaca mulai berbeda tetapi anak mulai tertarik pada kenyataan yang diperoleh lewat bacaan
Sosial emosional:
1.   Pengantaran rasa emosinya tidak tetap dalam proses kematangan jasmani
2.   Menginginkan masuk dalam kelompok sebaya.
3.   Mudah dibangkitkan
4.   Putri menaruh perhatian terhadap anak laki-laki
5.   Rasa kasih sayang seperti orang dewasa
6.   Senang sekali memuji dan mengagungkan
7.   Suka mengkritik tindakan orang dewasa
8.   Laki-laki membenci  putri sedang putri membenci laki-laki yang lebih tua
9.   Rasa bangga berkembang
10. Mau mengerjakan pekerjaan bila didorong oleh orang dewasa
11. Merasa sangat puas bila dapat menyelesaikan, mengatasi dan mempertahankan sesuatu
12. Merindukan pengakuan dari kelompoknya
13. Kerjasama meningkat terutama sesama anak laki-laki, kualiots kepemimpinannya mulai Nampak
Tingkat perkembangan motorik yang harus dicapai pada tahap ini:
1.   Memperbaiki otot lengan, bahu, punggung dan tungkai
2.   Koreksi kekurangan dan kelebihan pada otot dengan latihan yang benar
3.   Mengkoreksi bentuk tubuh lebih diperkuat oleh kebiasaan sehari-hari
4.   Memperbaiki semua kekurangan pada kesegaran jasmani
Demikian atikel tentang tujuan pendidikan jasmani semoga bermanfaat, jangan lupa like Fanspage kami & share yaa


Kamis, 30 Maret 2017

Tujuan Pendidikan Jasmani

Tujuan Pendidikan Jasmani – Pendidikan Jasmani merupakan pendidikan yang menggunakan aktivitas jasmani para peserta didik. Tujuan dari pendidikan jasmani sendiri terbagi dalam berbagai macam, para sobat pembaca secara singkat mari kita jabarkan beberapa tujuan dari pendidikan jasmani.
Menurut Gabbard, Leblanc dan lowy (1987: 5) mengutarakan bahwa pertumbuhan, perkembangan dan belajar lewat aktivitas jasmani akan mempengaruhi:
1. Ranah Kognitif
Kemampuan berfikir (bertanya, kreatif, dan menghubungkan), kemampuan memahami (perceptual ability), menyadari gerak dan penguatan akademik.
2. Ranah Psikomotor
Pertumbuhan biologic, kesegaran jasmani juga menyangkut kesehatan, keterampilan gerak dan peningkatan keterampilan gerak.
3. Ranah Afektif
Rasa senang, penanggapan yang sehat terhadap aktivitas jasmani, kemampuan menyatakan dirinya (mengaktualisasikan diri), menghargai diri sendiri, da nada konsep diri.
Mengenai ranah pendidikan ini Anarino, Cowell dan Hazelton (1980:8-11) menambahkan satu ranah lagi ialah ranah jasmani. Adapun isi ranah jasmani itu sebagai berikut: Kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan dan daya tahan kardiovaskuler.
Dalam pendidikan jasmani terdapat satu tujuan yang disebut keterampilan. Keterampilan gerak ini dapat berarti gerak bukan olahraga dan gerak untuk berolahraga. Gerak untuk berolahraga bagi anak harus disiapkan sesuai dengan tahap perkembangan dan kematangannya. Gabbard, Leblanc dan Lowy (1987: 5) menyebutkan penyiapan gerak dan efisiensi gerak sedang Anarino, Cowell dan Hazelton (1980:9) menyebutkan gerak fundamental, keterampilan olahraga dan tari. Untuk mencapai gerak yang baik harus ditunjang oleh keadaan jasmani (unsur gerak) mengenai kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan dan daya tahan kardiovaskuler. Dasar-dasar yang fundamental menurut Gabbard, Leblanc dan Lowy (1987: 24) sebagai berikut:
1. Gerak lokomotor : gerak yang berpindah tempat contoh; jalan, lari, loncat, lompat dan jengkel.
Gerak kombinasi : bercongklang (Gallop), meluncur, menggerser ke kanan atau ke kiri, memanjat dan berguling.
2. Non lokomotor : gerak tanpa berpindah tempat contoh; mengulur, menekuk, mengayun, bergoyang, berbelok, berputar, meliuk, mendorong, mengangkat, dan mendarat.
3. Manipulatif : gerak yang menggunakan/ melibatkan alat contoh; mendorong, memukul, memantul, melempar, menyepak dan menangkap.
Ketiga jenis gerak ini saling berkaitan atau saling menunjang. Ketiga jenis gerak ini juga akan dilakukan baik secara tunggal maupun secara gabungan, baik itu dilakukan dalam senam, permainan olahraga, maupun dalam tari. Bagi anak semua gerak ini dilakukan mulai dari yang sederhana menuju gerak yang kompleks.

Demikian atikel tentang tujuan pendidikan jasmani semoga bermanfaat, jangan lupa like Fanspage kami & share yaa

Sabtu, 04 Maret 2017

Pengertian Minat dan Motivasi

Pengertian Minat dan Motivasi - Minat dan Motivasi adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, oleh karena itu mempelajari tentang minat harus memahami juga apa itu motivasi. Dalam artikel ini mari kita bahas perbedaannya.

  a.    Minat
Minat menurut Slameto (2010: 180) adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya.  Menurut Muhibbinsyah (2010: 133) “Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”. Minat merupakan rasa senang dan menarik bagi anak akan situasi tertentu.
  b.    Motivasi
Menurut Eysenck dalam buku karangan Slameto (2010: 170) motivasi adalah suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia. Motivasi dapat timbul dari dalam diri pribadi seseorang yang mempengaruhi tujuan yang diinginkannya. Menurut Muhibbinsyah (2010: 134) motivasi adalah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu hal. Motivasi berpengaruh dalam belajar, misalnya siswa termotivasi belajar untuk mendapatkan prestasi di sekolahnya.
Demikian artikel yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat, Jangan lupa like Fanspage nya dan share yaa.



Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Anak

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Anak – Belajar adalah suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku atau kecakapan. Perubahan itu dapat tercapai dengan baik itu tergantung kepada bermacam-macam faktor. Naah sobat pembaca disini kita akan membahas apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi belajar anak.

Menurut Sumadi Suryabrata (2007: 233)  mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam diri si pelajar (intern) yaitu faktor-faktor psikologis dan fisiologis sedangkan faktor yang berasal dari berasal dari luar diri si pelajar (ekstern) yaitu faktor-faktor nonsosial dan faktor-faktor sosial.
Belajar sebagai proses atau aktivitas yang dipengaruhi oleh banyak sekali faktor-faktornya. Menurut Slameto (2010: 54) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar digolongkan menjadi dua, yaitu:
a)    Faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar (intern). Faktor internterbagi menjadi (1) faktor jasmaniah (faktor lesehatan, cacat tubuh), (2) faktor psikologis (inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan), (3) faktor kelelahan.
b)   Faktor yang ada di luar individu (ekstern). Faktor ekstern terbagi menjadi (1) faktor keluarga (cara orang tua mendidik, keadaan ekonomi keluarga, suasana rumah), (2) faktor sekolah (metode mengajar, disiplin sekolah, kurikulum), (3) faktor masyarakat (bentuk kehidupan masyarakat, teman bergaul). 
Proses belajar tidak hanya dilakukan di sekolah dan dengan menggunakan sumber-sumber buku. Menurut Ngalim Purwanto (2003: 102) faktor yang mempengaruhi belajar dibedakan menjadi dua macam yaitu 1). Faktor yang ada pada diri individu itu sendiri (intern) yang meliputi faktor kematangan/pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi. 2). Faktor yang ada di luar individu (ekstern) antara lain meliputi faktor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yang dipergunakan dalam belajar-mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia.  Naah sekarang sudah jelas bukan apa saja yang mempengaruhi anak belajar, secara garis besar belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam anak itu sendiri (intern) dan faktor dari luar (ekstern). Terima kasih sudah berkunjung di blog kami jangan lupa like Fanspage & share yaa.



Kamis, 02 Maret 2017

Hakikat Anak Sekolah Menengah Pertama / SMP

Hakikat Anak Sekolah Menengah Pertama / SMP - Anak SMP adalah masa dimana masih mencari jati diri, hakikat anak membahas gejolak yang sering terjadi dan mengupas sifat-sifat yang masih sering muncul. Silahkan disimak sobat pembaca.

Menurut Desmita (2010: 36), terdapat beberapa karakteristik yang menonjol pada anak SMP yaitu:
a. Terjadinya ketidakseimbangan proporsi tinggi dan berat badan.
b. Mulai timbulnya ciri-ciri seks sekunder.
c. Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orangtua.
d. Senang membandingkan kaedah-kaedah, nilai-nilai etika atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.
e.  Mulai mempertanyakan secara skeptic mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan.
f.    Reaksi dan ekspresi emosi masih labil.
g.  Mulai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiri yang sesuai dengan dunia sosial.
h.  Kecenderungan minat dan pilihan karir relatif sudah lebih jelas.
Menurut Husdarta & Yudha M. Saputra (2000: 59-61) gambaran umum profil perilaku dan pribadi remaja awal adalah:
       a. Fisik dan Perilaku Motorik
1)      Laju perkembangan secara umum sangat pesat.
2)      Proporsi ukuran tinggi dan berat badan sering kurang seimbang.
3)      Munculnya ciri-ciri sekunder seperti tumbuh bulu.
4)     Gerak-gerik nampak canggung dan kurang terkoordinasi.
5)     Aktif dalam berbagai cabang kegiatan olahraga akan dicobanya.
b. Bahasa dan Perilaku Kognitif
1)  Berkembang penggunaan bahasa sandi dan mulai tertarik dengan bahasa asing.
2) Menggemari literatur yang bernafaskan dan mengandung segi erotik dan fantastic.
3)  Pengamatan dan tanggapannya masih bersifat realisme kritis.
4)  Proses berpikirnya sudah mampu mengoperasikan kaidah logika formal.
5)  Kecakapan dasar intelektual umumnya menjalani laju perkembangannya.
6)  Kecakapan dasar khusus (bakat) mulai nampak jelas.
c.   Perilaku Sosial Moralitas dan Religius
1) Diawali dengan keinginan untuk bergaul dengan teman tapi bersifat temporer.
2)  Ketergantungan yang kuat dengan kelompok sebaya.
3)  Keinginan bebas dari dominasi orang dewasa.
4) Dengan sikap kritis mulai menguji kaidah atau sistem nilai dengan kenyataan perilaku sehari-hari.
5)  Mengidentifikasi dirinya dengan tokoh idolanya.
6)  Eksistensi Tuhan mulai dipertanyakan.
7) Penghayatan kehidupan keagamaan sehari-hari didasarkan atas pertimbangan dari luar dirinya.
8)  Mencari pegangan hidup.
d.  Perilaku Afektif, Konatif dan Kepribadian
1) Lima kebutuhan (fisik, rasa aman, afiliasi, penghargaan, dan perwujudan diri mulai nampak.
2)  Reaksi emosional mulai berubah-ubah.
3)  Kecenderungan arah sikap mulai nampak.
4)  Menghadapi krisis identitas diri.
Demikian artikel tantang Hakikat anak SMP kami rangkum semoga bermanfaat. Jangan lupa like Fanspage kita & share yaa.

Hakikat Ekstrakurikuler

Hakikat Ekstrakurikuler - Haloo sobat pembaca banyak yang belum mengetahui pengertian dari ekstrakurikuler, padahal saat ini setiap sekolah pasti diadakan ekstraurikuler yang dilaksanakan pada sore hari di lingkungan sekolah. Artikel ini menjelaskan tentang hakikat ekstrakurikuler silahkan disimak.

Menurut Moh. Uzer Usman & Lilis Setiawati (1993: 22) mengemukakan bahwa:
“ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) baik dilaksanakan di sekolah maupun di luar sekolah dengan maksud untuk lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya dari berbagai bidang studi.”

Kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa kegiatan pengayaan dan kegiatan perbaikan yang berkaitan dengan. Tujuan dari ekstrakurikuler yaitu: (a) Meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek kognitif maupun afektif (b) Mengembangkan bakat serta minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju manusia seutuhnya (c) Mengetahui serta membedakan hubungan antara satu mata pelajaran dengan lainnya  (Moh. Uzer Usman & Lilis, 1993: 22).

Ruang lingkup kegiatan ekstrakurikuler mencakup kegiatan yang dapat menunjang serta mendukung kegiatan intrakurikuler maupun program kokurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan baik secara perseorangan maupun kelompok. Kegiatan perseorangan dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, penyaluran bakat serta minat siswa. Sedangkan kegiatan kelompok yang dimaksudkan untuk pembinaan bermasayarakat. Adapun asas pelaksanaan dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai berikut:
a.  Kegiatan tersebut harus dapat meningkatkan pengayaan siswa baik ranah kognitif maupun afektif.
b. Memberi kesempatan, penyaluran bakat serta minat siswa sehingga terbiasa melakukan kesibukan-kesibukan yang positif.
c. Adanya perencanaan, persiapan serta pembiayaan yang telah diperhitungkan sehingga program ekstrakurikuler dapat mencapai tujuannya.
d. Faktor-faktor kemampuan para pelaksana untuk memonitor dan memberikan penilaian hendaknya diperhatikan.
Banyak cara menyalurkan bakat dan minat siswa yaitu dengan mengikuti ekstrakurikuler. Program ekstrakurikuler diperuntukan bagi siswa yang ingin mengembangkan bakat dan kegemaran dalam cabang olahraga serta lebih membiasakan hidup sehat.

Menurut  Tri Ani Hasututi (2008: 63), ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan yang diselenggarakan untuk memenuhi tuntutan penguasaan bahan kajian dan pelajaran dengan lokasi waktu yang diatur secara tersendiri berdasarkan pada kebutuhan. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berupa kegiatan pengayaan dan kegiatan perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler atau kunjungan studi ke tempat-tempat tertentu. Berangkat dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran, bertujuan untuk lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki dari berbagai bidang studi.

Demikian artikel tentang hakikat ekstrakurikuler semoga bermanfaat, silahkan like Fanspage kita & jangan lupa share ya.