Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

Kiatisuk Senamuang diserbu bobotoh, yang menginginkan mantan pelatih timnas Thailand itu melatih Persib

Belakangan ini akun Instagram Kiatisuk Senamuang ramai dikunjungi bobotoh Persib Bandung. Tidak sekadar melihat-lihat koleksi foto yang diunggah mantan pelatih timnas Thailand itu, para bobotoh juga meninggalkan "jejak" dengan menyuarakan komentar mereka pada beberapa postingan Kiatisuk Senamuang.

Hingga Kamis (27/4/2017) siang, mayoritas mereka yang menulis di bagian komentar postingan, meminta Kiatisuk Senamuang merapat ke Persib, jadi pelatih tim kesayangan mereka.
"Please join to Persib", "welcome to Persib", "om Persib om", jadi sebagian komentar bobotoh dalam Instagram Kiatisuk.
Menariknya, banyak juga yang tidak setuju dengan keinginan rekan sesama bobotoh. Mereka yang memakai tagar #InDjanurWeTrust, menghardik keinginan itu dengan berujar tidak selayaknya bobotoh "mengemis" meminta Kiatisuk ke Persib. 
Alhasil, terjadi perdebatan kecil dalam postingan Kiatisuk Senamuang, yang sampai sekarang justru tidak mendapatkan respons apapun dari sang empunya akun.
Keinginan sebagian bobotoh agar Kiatisuk Senamuang jadi pelatih anyar Persib tentu sah-sah saja menyusul performa tim kesayangan yang dianggap belum meyakinkan pada dua laga awal di Liga 1 2017 kendati manajemen sudah mendatangkan beberapa pemain bintang termasuk Michael Essien sebagai marquee player.
Persib ditahan 0-0 Arema di partai pembuka Liga 1 di Stadion GBLA dan bermain 2-2 saat melawat ke kandang PS TNI. Saat laga kontra PS TNI itu, bobotoh juga sempat geram karena menilai pelatih Persib saat ini, Djadjang Nurdjaman, melakukan blunder yang memicu munculnya hashtag atau tagar #djanurout di jejaring sosial.
Kalangan bobotoh yang menginginkan manajemen melepas Djadjang Nurdjaman, melihat Kiatisuk Senamuang sebagai sosok pas untuk melatih tim kesayangan. Buat publik sepak bola Indonesia, Kiatisuk Senamuang memang bukan sosok asing karena ia sudah dikenal sejak berstatus sebagai pemain timnas Thailand hingga jadi pelatih The War Elephant, julukan timnas Thailand.
Pengalaman dan berbagai prestasi yang dipersembahkan Kiatisuk Senamuang menarik perhatian para bobotoh sehingga kerja sama Persib dengan Kiatisuk dianggap bisa berujung pada hasil positif untuk klub. Apalagi, pelatih 43 tahun itu dalam status menganggur pasca mundur dari kursi pelatih timnas Thailand.
Namun, sejumlah bobotoh yang menginginkan Persib dilatih Kiatisuk Senamuang bisa jadi akan patah hati karena sang pelatih beberapa waktu lalu sudah menegaskan untuk sementara masih ingin beristirahat dari dunia kepelatihan.
"Tidak, dia tidak ada pembicaraan dengan tim mana pun saat ini. Sekarang dia hanya bekerja sendiri dan belum menerima tawaran dari pihak mana pun," kata Asarapa Senamuang, istri Kiatisuk Senamuang menjawab kabar terkini sang suami.
Asarapa Senamuang, seperti dilansir dari media-media terbitan Malaysia belum lama ini, menambahkan suaminya belum tertarik menangani tim dalam waktu dekat. 




Sumber : bola.com

Pelatih Persib Bandung bakal menurunkan Raphael Maitimo saat meladeni Sriwijaya FC

Pemain naturalisasi Persib Bandung, Raphael Maitimo akan diturunkan pelatih Djadjang Nurdjaman saat menjamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 1 2017, Sabtu (29/4/2017) malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Hal itu seiring dengan pengakuan Djanur, saat ditanya perkembangan pemain blasteran Belanda-Indonesia itu. "Maitimo sudah ada perkembangan bagus dan saya sudah mendapat jaminan dari manajemen jika saya bisa menurunkan Maitimo besok," ucap Djanur di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Jumat (28/4/2017).
Soal kondisi Maitimo, Djanur memastikan mantan pemain Arema itu sudah tidak ada masalah dan siap dimainkan. "Jadi soal keputusan Maitimo sekarang ada di tangan saya apakah dimainkan atau tidak saat lawan Sriwijaya nanti. Secara administratif sudah tidak ada masalah," ia menuturkan.
Sebelumnya, Djanur ragu-ragu menurunkan Maitimo karena masih ada permasalahan dengan klub sebelumnya, PSM Makassar. Namun, kini persoalan yang dihadapi pemain bernomor punggung 10 itu sudah selesai sehingga Djanur memiliki pilihan untuk menurunkan Maitimo.
Kondisi mata Maitimo yang sebelumnya terkena iritasi di bagian mata juga sudah tidak ada masalah. Bahkan, dokter tim Persib, Raffi Ghani memastikan bahwa Maitimo sudah bisa dimainkan Persib setelah absen melawan Arema FC dan PS TNI.

Rabu, 26 April 2017

Bali United resmi merekrut Pemain asal Belanda sebagai marquee player


Bali United resmi merekrut Nick van der Velden dengan status marquee player, Selasa (25/4/2017). Pemain asal Belanda tersebut memenuhi syarat marquee player karena pernah bermain di Eredivisie - kasta teratas Liga Belanda - bersama Willem II, Groningen, NEC Nijmegen, dan AZ Alkmaar.
Bersama AZ, Nick pernah dilatih oleh Louis van Gaal. Kolaborasi Pemain yang kini berusia 35 tahun tersebut dengan Van Gaal melahirkan gelar Eredivisie pada 2008-2009.

Tak pelak, Nick menganggap Van Gaal sebagai pelatih terbaik dalam kariernya. Hal tersebut terungkap dalam wawancara, Ferril Dennys, dengan Nick melalui surat elektronik.
Dalam wawancara tersebut, Nick juga membeberkan alasannya menunda  pensiun di Dundee United demi bergabung dengan BaliUnited.
Berikut ini adalah wawancara selengkapnya:

Halo Nick... Selamat, Anda telah bergabung dengan Bali United. Boleh diceritakan alasan Anda memilih Bali United? 

Saya memilih Bali United karena Bali tempat yang indah dan memiliki cuaca menakjubkan, serta orang-orang di sini baik. Alasan lainnya karena saya ingin bermain di luar Eropa.
Saya lalu mempelajari Bali United di situs resminya dan melihat pertandingan pertama mereka. Saya menilai tim ini memiliki potensi! Lalu, saya berpikir untuk bergabung di tim ini hingga November.

Keputusan Anda bergabung dengan Bali United cukup mengejutkan. Beberapa bulan lalu, Anda sempat menyatakan keinginan untuk pensiun di Dundee United pada akhir musim ini. Apa yang membuat Anda berubah pikiran?

Saya sangat menyukai sepak bola. Bergabung dengan Bali Unted mengubah keputusan saya dan keluarga. Kami ingin melihat kultur yang berbeda. (Indonesia) Negara yang indah.

Sebagai pemain profesional, apa filosofi Anda?
Saya adalah pemain yang selalu ingin menang, bekerja keras, bermain penuh teknik dan taktis. Namun, kegembiraan adalah hal yang penting. Karena hal tersebutlah, saya mulai berkarier di sepak bola.

Boleh tahu proses yang Anda lalu dari awal hingga menjadi pemain profesional seperti sekarang? Pengalaman Anda ini boleh jadi inspirasi bagi anak Indonesia.

Saat saya menjadi pemain muda, saya bergabung dengan Akademi Ajax (Amsterdam) selama empat tahun. Setelah itu, saya bermain dengan rekan-rekan di tim level rendah.
Setelah beberapa lama, saya menyadari bahwa saya harus bekerja keras untuk menjadi seorang pemain profesional. Saya memberikan segalanya untuk mencapai hal tersebut dan bekerja dengan keras mewujudkan target tersebut. Ketekunan, dedikasi, dan kerja keras akan terbayar.

Siapa sosok yang menjadi inspirator dalam karier Anda?
Idola saya adalah Zinedine Zidane. Dia pemain luar biasa dan permainannya enak ditonton. Dia membuat segalanya mudah.

Saat bersama AZ Alkmaar, Anda dilatih Louis van Gaal dan berhasil menjuarai Eredivisie pada 2008-2009. Apakah Van Gaal menjadi pelatih terbaik dalam karier Anda?

Van Gaal adalah pelatih terbaik dalam karier saya. Dia adalah pelatih yang detail. Dia memerhatikan segalanya, taktiknya sangat bagus, dan dia bisa menyatukan pemain.

Bisa dijelaskan seperti apa sosok Van Gaal baik di dalam dan luar lapangan?

Van Gaal tidak banyak bicara dengan pemain saat di luar lapangan. Namun, saat bersama tim, dia akan sekuat tenaga melindungi pemain dari serangan media! Dia adalah seorang pelatih bagus, dia terbaik.

Apa momen tak terlupakan Anda bersama Van Gaal?
Menjuarai liga bersama Van Gaal.

Menurut Anda siapa pemain muda terbaik di Belanda saat ini?
Pemain muda terbaik Belanda adalah Justin Kluivert. Dia adalah anak dari Patrick Kluivert. Dia memiliki talenta besar di usianya. Dia sangat cepat dan memiliki teknik bagus.


Sumber : kompas.com

Update "Marquee Player" Sriwijaya FC Jebolan Akademi Inter Milan

Sriwijaya FC akhirnya mengumumkan marquee player yang selama ini ditunggu, yakni Tijani Belaid. Ternyata, sang pemain adalah jebolan akademi Inter Milan.
Saat ini dia bermain di Liga Yunani. Hal tersebut diungkapkan Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin, melalui akun Facebooknya beberapa saat lalu.


"Marquee player Sriwijaya FC, Tijani Belaid. Pemain asal Tunisia jebolan akademi Inter Milan. Ia pernah di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven, dan liga Portugal (Moreirence)," paparnya.
Tijani Belaid kelahiran Prancis, 6 September 1987. Itu artinya, sekarang dia baru berusia 29 tahun, dan bakal dikontrak Sriwijaya FC selama 1 tahun. Tidak lama lagi, mantan pemain APOEL ini bakal hadir di bumi Sriwijaya.

Sementara itu, sekretaris Sriwijaya FC, Ahmad Haris, menjelaskan bahwa Tijani Belaid bisa saja langsung bergabung dengan tim sebelum Sriwijaya FC melawan Persib Bandung.

"Ia pasti jet lag. Perjalanan dari Eropa ke Indonesia cukup lama," ujarnya.
Ia juga mengatakan, butuh waktu satu minggu agar bisa bisa latihan bersama tim. "Kita lihat nanti. Lebih cepat gabung lebih baik," tambahnya.




Sumber : kompas.com